Menu Navigasi

Tuesday, 1 January 2019

Bingung

Niat nya sudah
Kemantapan hati nya sudah
Calon nya ada? sudah
Tapi begitu sulit nya ngumpulin persiapan materi nya ya Allah
Bingung peran setiap saudara itu apa
Apa karna aku anak laki laki?
Ya Allah, ada keinginan yg ingin aku capai juga
Semoga bisa cepat dapat jalan keluar, target tahun ini sangat ku harapkam ridho dari mu
Aamiin Allahumma Aamiin

Sunday, 23 December 2018

Semoga Terlaksana

Ntah lah mau bicara apa, tapi inti nya hati ini sudah mantap padanya, dengan perubahnya dan niat nya hijrah, Masya'Allah
Ana tau kondisi sekarang sedang tidak baik, tapi dengan usaha dan niat yg baik pula Insya'Allah akan mendapat sesuatu yg baik

Itu aja sih, semoga dan semoga Ya Allah 🙏🙏

Friday, 14 December 2018

SAMPAI KAPAN????!!!

SAMPAI KAPAN SATU KEINGINAN SAJA BISA TERPENUHI????
KEGAGALAN YANG LALU, SERASA HANYA MENDATANGKAN KEGAGALAN KEGAGALAN YANG BARU

Setelah kegagalan dalam menggapai cita yg sangat di ingin kan GAGAL, dan harus dengan sangat terpaksa mengubur harapan dalam dalam.

Kini, terjebak dalam situasi yang malah membuat ku susah untuk move on pada syariat yg ingin ku ikuti, hijrah yang baru saja ku mulai serasa berat dengan pekerjaan yang malah menduakan Allah ini. :'(

Ingin rasa nya berhenti dengan mencari pekerjaan lain, tapi apa daya ada keluarga yg harus ku tanggung. Terlebih ibu ku sedang sakit. Bila tak kerja di sini, siapa yg akan memenuhi kebutuhan beliau. :"(

Ya Allah, hamba hanya mahluk lemah yang tak pandai bersyukur, hamba tau ujian ini datang dari mu, tapi kenapa serasa terus memcekik hingga serasa sesak dalam dada.

Tak ingin putus asa, tapi tekanan ini seakan jadi beban yang tak ada habis nya.

Ya Allah, maafkan hamba

:"(

Sunday, 2 December 2018

Isi Hati


Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Hay wahai dunia maya dengan seluruh isi nya, apa kabar semoga selalu jadi wadah bermanfaat bagi para penjelajah nya.


Kemarin berniat ingin menulis tentang keluh kesah di awal Hijrah, tapi karna satu alasan ana menulis tentang situasi hati ini karena dia sang mantan.

Semua ini sungguh tak bisa ana mengerti, rasa yang besar yang mungkin ini nama nya cinta atau pun kasih sayang tak bisa ana pungkiri kalau ana begitu berharap pada nya, semakin ana berdoa pada Allah semakin kuat juga rasa yakin ana terhadap nya.

Terlebih lagi dalam Istikharah yang selalu ana lakukan, seperti selalu ada dia yang membuat ana se akan membayang kan jika nikah nanti seperti apa, memperlakukan ia seperti apa dan lain sebagainya.

Dalam perjalanan hijrah yang belum apa apa ini, terkadang rasa takut pun ada, takut ada ikhwan yang datang ke rumah nya, atau seseorang yang bisa membuka hati nya. Padahal jodoh sudah dalam buku takdir tapi tetap saja rasa takut itu selalu membayangi.

Dan saat ini, niat ingin menikahi nya begitu besar, niat ingin membawa keluarga ana ke bandung begitu besar. Rasa nya tak ingin melama lama kan waktu, terlebih kemarin ana liat photo dia menggunakan niqab, Masya’Allah rasa hati seperti selalu meliat ia untuk pertama kali nya. Hati terusik rindu pikiran terbuai rasa. Indah melihat nya seperti itu Ya Allah :’)

Tetapi dengan segala kebahagia an rasa dan ingin itu, terdapat masalah yang benar benar membuat ana dilema. Dalam urusan niat lahir batin ana, ana sudah ingin menghalal kan nya, tetapi satu permasalahan, yakni finansial yang membuat ana bingung, bukan apa apa, masalah mahar, Insya’Allah ana bisa, tapi dalam hal resepsi yang pribadi ana, ana tidak mau riya, tapi ntah apa jadi nya kata keluarga jika tidak ada acara itu. Ana hanya ingin nikah sederhana dan memulai hidup dengan bersahaja.

Sungguh saat ini hati ana resah akan hal itu, apa mungkin jika ana bilang ingin nikah secara sederhana, keluarga dia akan setuju atau tidak. Ya Allah semua ini benar benar membuat ana dilema.
Sekarang ana masih meminta petunjuk dari Allah. Semoga dalam hal biaya ana dapat jalan keluar terbaik.

Aamiin Allahuma Aamiin.


Friday, 9 November 2018

Mulainya Hijrahku


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tentang semua yang telah terjadi tak lepas dari kehendak-Nya, semua sudah sesui skenario nya, semua sudah dalam porsi nya.
Yap, kali ini ana ingin sedikit curhat diri dalam tulisan yang tak seberapa ini, di mana ana mendapat hidayah yg Masya’Allah membuat ana lebih baik dan merasa lebih dekat lagi Dengan Allah Azza Wa Zalla.

Semua berjalan ketika masih dalam hubungan pacaran, ketika ana masih tak memperdulikan kata “pacaran itu haram”, pacaran itu maksiat” dan semua yg sebelum nya tak ana hirau kan. Hingga pada akhir nya ana menyadari semua ini salah, Masya’Allahu Rabbi, meski ana tlah jatuh lama kedalam kemaksiatan, Allah terus menyayangi dengan membuka mata dan hati ini untuk melihat kebenaran yang sesungguhnya.

Di mulai ketika ana ada somethin problem dengan nya, seminggu lebih ana tak menggubris chat dari nya, dalam waktu itu ana bertanya dalam hati kenapa ia begini, kenapa ia begitu. Lalu mulai berfikir sebenarnya apa yang ana dapat dari status pacaran ini?.
Ana mulai mencari jawaban dan ntah kenapa begitu mudah nya beberapa akhwat mendekat dan ntah mengapa pula mereka begitu perhatiannya terhadap ana.
Hingga ada seorang akhwat yg begitu terlihat islami membuka hati dan ntah mengapa pula ia mengerti apa yg ana rasakan dan ana butuh kan.
Kita mulai begitu dekat dan ana mulai merasa nyaman dalam jangka waktu seminggu kedekatan itu.

Tapi ana tak ingin jatuh lagi dalam masalah percintaan yang salah, ana mulai meng istikharah kan ia, 4 hari ana istikharah meminta Allah memberi petunjuk apa kah ia jodoh ana atau bukan, meminta ana bisa tau ia sepeti apa lebih dalam lagi, dan Subhanallah Allah menunjukan petunjuknya, setiap kali tanpa sadar mencari tau tentang nya, ya begitu lah ana tau seperti apa orang nya, jawaban yg Allah beri membuat ana makin merasa dilema.

Tapi Di situ lah Allah mengetuk pintu hati ini untuk kembali ke pada syariat nya, begitu terasa dekatnya ketika di sepertiga malam ana ungkapkan seluruh keluh kesah, mohon ampunan pada nya ingin kembali pada Ridho nya, cucuran air mata penyesalan dan ungkapan mohon ampun terus ku sebut dalam akhir sujud ku.

Hingga saat ini ana mulai memperdalam ilmu Agama dan lebih memantaskan diri lagi, semua ana lakukan untuk mengejar ridho nya.

Dan masalah hati, ana serahkan semua pada kuasanya, hingga saat ini ana meng istikharah ia yang sebelum nya menjadi pacar ana. Mudah-mudahan di beri jawaban untuk tau yg terbaik karna Insya’Allah ana sudah punya niatan menyempurnakan ibadah ana dengan pernikahan.

Jika jodoh dekatkan, jika bukan jauh kan

Insya’Allah, Perjalanan hijrah ini akan membawa kebaikan

Sebenernya masih ingin bercerita di sini tapi karna waktu sudah mulai mendekati Adzan subuh, lain kali ana akan lanjutkan ke tema “Keluh Kesah Perjuangan Di Awal Hijrah”, Insya’Allah jika masih di beri umur ana akan menulis lagi.
:)

Sunday, 17 June 2018

Rasa Senang dan Rasa Iri


Sebenernya bingung mau mulai dari mana atau apa yang sebenernya mau ku bahas. Tapi pada intinya ini hanya sebuah ungkapan isi hati yang setiap saat sedikit demi sedikit merenggut kepercayaan diri.
Masih pada masalah yang sama, sebuah jati diri yang hingga sampai saat ini belum ku temukan. Inti nya situasi dan keadaan yang menekan ku seakan ia terus mendorong ku hingga bibir jurang yang dalam.
Terkesampingkan dari hal itu, ada hal baru yang sebenarnya buat hati ku senang, tapi juga buat hati ku sedih. Hal itu tentang dua perempuan yang pernah singgah di hati ini. Yap mungkin sudah lama ku tak memikirkan mereka, tapi akhir-akhir ini karna baru saja lebaran, dan banyak sekali undangan yang datang ke rumah, ntah mengapa ada pertanyaan, bagaimana kabar mereka?, apa sudah jauh lebih bahagia kah atau masih sendiri, hingga ku stalking akun mereka dengan second account.
Kembali lagi, hal yang buat ku bahagia ialah ku lihat mereka bahagia dengan pasangan mereka masing-masing, yap yang satu sudah tunangan karna ku lihat cincin di jari manis nya dalam sebuah photo dengan seorang pria yang ku yakin akan menjadi pembimbing yang baik bagi dirinya. Satu nya lagi ku lihat selalu update tentang kebersamaan mereka, ku bahagia akan hal itu dan berharap semoga cepat beranjak ke jenjang yang lebih serius lagi.
Akan tetapi, dari rasa bahagia ini, terselip rasa sedih dalam hati. Sebenernya bukan sedih karna melihat mereka sudah punya seseorang yang akan menjadi pendamping, tetapi rasa “iri” yang membuat ku bertanya, mereka sudah bahagia dengan pasangan nya, yang satu bahkan tak akan lama lagi akan menikah, dan mengapa aku yang sudah punya seseorang yang sempurna tapi masih saja belum bisa mengajak ke tahap yang lebih serius.
Rasa iri ini bertambah karena keponakan ku yang akan menikah tanggal 23 bulan ini. Yahh ntah lah tapi ku tutupi rasa iri ini. ku berharap mereka akan bahagia dengan pasangan masing masing, khusus nya buat keponakan ku yang akan menikah seminggu lagi.
Untuk ku? Semoga cepat menemukan jati diri.




Thursday, 26 April 2018

Aku Tak Bisa



Apa yang kau lakukan jika kau sedang stress?
Apa yang kau lakukan jika kau sedang depresi?
Apa yang kau lakukan jika kau sedang sedih?
Apa kau akan memendam semua beban itu?
Apa kau akan menutup semua masalah itu?
Atau, justru kau akan ceritakan semua keluh kesah mu ke seseorang yang dekat dengan mu? ceritakan ke seseorang yang kau percayai?
Ntah lah mungkin kalian lebih memilih cerita di banding memendam.
Yang ku tau, ceritakan semua beban hidup mu hanya akan memperburuk keadaan mu, ku pikir.
Mungkin masih bisa di maklumi jika masalah yang ada yang kau ceritakan tentang umum/ selain pribadimu.
Tentang keadaan ku. Beberapa orang memintaku untuk ceritakan masalahku, tapi aku menolak dengan dalih tak ingin menambah beban mu. Di sisi lain aku memang tak mau cerita karna banyak sebab yang ntah bagaimana semua itu ku yakin pasti terjadi.
Jujur saja. Aku merasa seperti tak bisa terbuka tentang masalah pribadi dan depresiku, karna pasti mereka pikir aku hanya ingin perhatian.